Masa-masa sulit
Minggu-minggu yang lalu merupakan termasuk masa-masa sulit dalam hidupku. Sempat membuatku kelinglungan dalam menghadapinya. Dan rasanya pencobaan yang datang itu tiada henti-henti.
Hal tersebut diawali saat aku menyadari hilangnya kartu kreditku pada tanggal 24 mei kemarin hinggal kebobolan Rp. 1,3jt. Saat melapor ke polisi, baru menyadari juga kalo KTP ku hilang. Akhirnya terbersit sudah kalo kartuku itu bukan jatuh dari dompet, tetapi diambil orang. Aku mencoba tenang dalam menghadapi masalah ini, meski sempat ada kebingungan dalam menghadapinya, karena aku percaya Tuhan akan bukakan jalan.
Hari-hari berikutnya aku jalani dengan biasa saja, tanpa membawa masalah tersebut sehari-hari, karena aku tahu, masing-masing hari memiliki masalahnya sendiri, dan yang pasti Tuhan tidak akan tinggal diam atas setiap masalah yang kita hadapi.
Pada tanggal 2, pas mau ambil uang, ATM card ku ketelan di mesin. Temanku yang mengetahuinya langsung mengucapkan, "kok kamu sering sial akhir2 ini ya.." aku cuma jawab, "ya gitu deh..gpp kok". Namun hal itu bukan menjadi masalah besar, karna bisa segera diuruskan.
Bulan ini begitu banyak hal yang harus aku urus, Credit Card yang hilang dan mencoba melobi mengenai jumlah kebobolan tersebut, KTP yang hilang, Pajak sepeda motor, dlsb, dan tentu membutuhkan begitu banyak biaya.
Saat membaca renungan harian, aku ditegur oleh Tuhan untuk tetap bersabar dan tenang dalam menerima cobaan yang ada.
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. Yak.1:2"
Sepintas lalu ini sesuatu yang kontradiktif. Berlawanan dengan dalil umum yang biasa kita dengarkan. Logikanya, jatuh dalam pencobaan harusnya bersedih, marah atau menyalahkan lingkungan. Ada apa dengan pencobaan sehingga kita harus menganggapnya sebagai kebahagiaan?
Ya, pencobaan membuat kita bertumbuh melalui krisis tersebut. Faktanya, kita akan mudah bertumbuh melalui krisis daripada melalui keberhasilan. Keberhasilan kadangkala membuat kita berada di zona nyaman, tempat yang membuat kita berhenti bertumbuh, sementara zona krisis membuat kita selalu berada di zona pertumbuhan.
Prof. Yohanes Surya,PhD mengatakan bahwa semua penemuan-penemuan besar pernah terjadi di bawah kolong langit ini berawal dari krisis.
Jerry Stemkoski menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan seorang petani tua. Di musim semi itu sering turun hujan dan dia berkomentar bahwa turunnya hujan di awal musim seperti itu tentu bagus untuk tanaman. Petani tersebut menyahut, "Tidak juga, sebab kalau cuaca terlalu memanjakan tanaman, maka tanaman mungkin hanya akan menumbuhkan akar di permukaan saja. Kalau itu terjadi, badai akan dengan mudah menyapunya. Sebaliknya, kalau cuaca kurang bersahabat pada awal musim tanam, maka tanaman harus menumbuhkan akar yang kuat dan dalam yang diperlukan untuk mendapatkan air dan zat hara dari dalam tanah. Jika ada badai atau angin kering melanda, tanaman cenderung lebih bisa bertahan hidup."
Tentu kita bisa memahami arti dari cerita di atas. Kita tahu bahwa tidak selalu masa-masa sulit itu buruk. Sekarang kita bisa memandang masa-masa sulit sebagai peluang menumbuhkan akar yang kuat dalam kita, sehingga jika sewaktu-waktu badai datang, maka kita akan tetap kokoh berdiri.
Dr. Phil McGraw pernah berkata seperti ini, "Setiap orang pada suatu saat pasti mengalami kemalangan. Menurutku, jika kita tidak memetik pelajaran dari kemalangan itu, maka hal itu akan terasa seperti hukuman. Tetapi jika kita memanfaatkannya, akan terasa seperti perjalanan." Dengan kata lain, sebenarnya kita bisa belajar banyak dari masa-masa sulit yang kita jalani hingga itu membentuk kita menjadi manusia yang kuat. Itulah salah satu alasan mengapa Tuhan mengijinkan masalah dan masa-masa sulit terjadi dalam hidup kita. Lagipula hidup kita akan terasa menjemukan jika sama sekali tidak ada masalah. Bukankah benar demikian? Itu seperti pemain golf tanpa lubang pasir dan medan yang sulit terasa menjemukan dan monoton! Jadi, bersyukurlah kalau hari ini kita mengalami masalah, sebab hidup akan jadi lebih hidup karenanya.
"Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan
kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Rom. 5: 3-4"
Semoga sharing ini boleh bermanfaat buat teman2 semua.
God bless you all.
Lovely,
Seven Siregar