Archive for February, 2008

Teori Kopi Instan

Tuesday, February 12th, 2008

Harta yang indah dan minyak ada di  kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya (Amsal 21:20).

Dengan pemaparan yang menarik, Rabbi Harold Kushner, yang terkenal
bijak itu, menjelaskan Teori Kopi Instan. Ia mengatakan bahwa saat kita
membuka sebuah botol kopi instan yang baru, kita cenderung mengambil
kopi banyak-banyak, karena kita merasa mempunyai seluruh isi botol itu.
Tetapi, setelah setengah isi botol tersebut habis, kita akan menjadi
sangat hemat mengambilnya. Dan saat kopi itu hampir habis, kita dengan
teliti mengukur takaran kita, sambil mengorek-ngorek lekukan botol
untuk mengambil butir-butir kopi terakhir.

Kebanyakan kita adalah penganut setia Teori Kopi Instan ini. Kapan
kita begitu gila berbelanja? Bukankah biasanya pada saat tanggal muda,
saat uang yang ada di dompet kita masih cukup tebal? Pada pertengahan
bulan, kita akan lebih hemat. Lalu, pada akhir bulan, beberapa di
antara kita mungkin akan mengobrak-abrik laci lemari atau mencari-cari
di kolong ranjang kita, siapa tahu kita menemukan uang receh disitu.
Teori Kopi Instan juga berlaku pada persoalan waktu. Ketika waktu masih
panjang, kita cenderung ceroboh menggunakannya karena berpikir bahwa
kita masih mempunyai banyak waktu. Tetapi setelah waktunya hampir
selesai, barulah kita kelabakan.

Penganut Teori Kopi Instan cukup mengindikasikan bahwa mereka adalah
orang-orang yang tidak memiliki prioritas hidup dengan bijak, baik soal
mengatur uang, waktu, maupun hal-hal yang lainnya. Akhirnya, mereka
harus berurusan dengan kesulitan-kesulitan yang sebenarnya tidak perlu
terjadi - Petrus Kwik