Piala Pertamaku
Sabtu, 1 Desember 2007, merupakan hari yang sangat menggembirakan bagiku. Setelah berumur 23 tahun, baru kali ini aku diberikan Tuhan penghargaan dalam bentuk Piala, bahkan piala yang benar-benar membanggakan. Aku mendapat penghargaan THE BEST CONDUCTOR pada festival paduan suara NHKBP se DISTRIK XVII IBT regio JATIM-BALI. Dulu memang aku pernah memimpikannya, tapi aku mengubur dalam-dalam karena aku merasa tidak mungkin. Memang kepercayadirianku sangat anjlok, aku tidak tahu kenapa, apa mungkin karena aku tinggal di sekitar orang yang mempunyai skill hebat dan aku terbiasa dengan kritik pedas yang tidak jarang membuat luka di hati.
Puji Tuhan, semua dilengkapiNya. Dulu ketika aku masih kecil, aku sangat senang melihat Bapakku menjadi seorang dirigen, bahkan sering mengikuti festival dan membawa timnya juara sekaligus tidak jarang menjadi The best conductor. Dari dulu aku bangga sama Bapakku dengan kemampuan musik dan vokal yang cukup baik, meski Bapakku tidak pernah mengikuti kursus vokal ataupun musik seperti yang sudah sangat umum sekarang ini. Bapakku juga terbiasa mengaransemen lagu-lagu untuk dinyanyikan oleh Koornya, bahkan sejak masih naposo. Puji Tuhan, bakatnya menurun kepada anak-anaknya, meski dulu aku sempat dibilang tidak punya bakat. Soalnya, abang-abangku hebat dalam bermain musik, seruling, gitar, organ, dll, suaranya bagus2, sementara ketika aku sudah SMA, baca not saja tidak bisa. hehehhe….
Berangkat ke Surabaya hanya untuk kuliah di T.Informatika ITS. Menjadi Mahasiswa kurang lengkap kalo tidak ikut UKM, karena hanya tertarik dengan menyanyi, makanya aku daftar ke PSM. trus, ke NAZARA. hanya itu. Sering ditertawakan menjadi ciri khasku di PSM ITS, bagaimana tidak, kebiasaan menyanyi di kampung dgn teriak-teriak dan kemampuan not yang sama sekali NOL, menjadi hal yang wajar untuk ditertawakan. Untung aku lahir sebagai seorang BATAK TULEN, sehingga hal itu tidak menyurutkan niatku. Aku berniat HARUS BISA, sehingga tidak henti aku belajar membaca not.
Semakin lama, Tuhan memberkati usahaku untuk belajar lebih, setelah mengikuti Festival Paduan Suara Mahasiswa di UGM, aku mendapat banyak hal pengalaman. Thanx for PSM ITS yg memberi aku kesempatan. kemudian keaktifan dalam PS NAZARA ITS memberi banyak pengalaman bagiku. Seringnya mengundang pelatih profesional seperti Mas Andreas W dan Ko Aris Sudibyo membuatku belajar banyak hal. Aktif dalam STEMI(Steven Tong Evangelistic Ministry International) Choir, aku memiliki kesempatan belajar dari Ko Richard Awuy, dan Pak Danu (Jkt).
Tuhan tidak ingin aku hanya belajar, hingga DIA tempatkan aku menjadi pengajar koor di NAZARA dan NHKBP Manyar. Meski waktu itu masih dengan kemampuan yg sangat biasa, tp DIA mampukan aku. Disinilah aku belajar bagaimana menghadapi org dengan keragaman karakter, mengontrol emosi, merendahkan diri, dan lain sebagainya.
Setelah sekian lama, aku pun semakin matang dalam Koor. Memiliki kesempatan bergabung dengan Excel-d Choir yang diasuh langsung oleh Bu Joyce Deborah, dan sempat mengikuti 2 kali konser paduan suara dan juga pelayanan2 ke gereja-gereja di Surabaya. Itu Pengalaman sangat berharga bagiku, namun oleh sibuknya masa TA, aku pun off dari paduan suara ini. Begitu aku lulus, aku mendapat kesempatan bergabung dengan Surabaya Christian Festival Chorus (SCFC) yang berada dibawah Mr.Lee Chong Min yang merupakan pengajar musik dari Singapore Bible College (SBC) dan dilatih oleh Lincie Yang dan Rubin Lukito. Disinilah aku semakin dimatangkan dalam musik. Mendapatkan pengalaman Choirs and Vocal Training, Conducting Training dan Master Class Vocal Training langsung dari Mr.Lee Chong Min.
Puji Tuhan, semua diberkati-Nya, sehingga aku semakin dilengkapi-Nya.
Sabtu, 1 Desember 2007 merupakan festival pertamaku menjadi seorang conductor. Harapan menjadi The Best Conductor, aku buang jauh-jauh, karena aku merasa That’s Impossible. Anggota koor yang aku pimpin pun masih sering tdk nyaman dengan caraku memimpin koor, perbandingan yang selalu diberikan kepadaku membuat aku semakin minder. Tapi aku serahkan semua sama TUHAN. Segalanya aku bergantung kepadaNya, karena kepandaian aku tdk miliki. Aku ingin Tuhan berikan ketenangan dan berikan kesatuan hati antara dirigen dengan penyanyi dan pemusik. Terpujilah DIA atas segalanya, DIA menjawab doaku. Tuhan berikan ketenangan hingga aku tidak nervous sama sekali. Terpujilah DIA atas kuasaNYA yang melingkupiku sehingga gerakan tanganku dapat dimengerti oleh teman2ku. Yah semua karena DIA. Terimakasih TUHAN buat Piala The Best Conductor yang Engkau berikan. Bahkan Tuhan ijinkan Koor kami mendapat JUARA 1 dalam festival itu. Semoga pelayananku menyenangkan hati-Mu. Itu semua membuat orangtuaku semakin bersukacita, semoga itu menjadi berkat dan hadiah pada ulang tahun ayahku yang ke-60. Karena dia begitu senang ada anaknya yang meneruskan bakatnya.
Janganlah kiranya aku menjadi sombong atas hal itu, karena semua terjadi oleh kuasa-Mu.
“And I Will praise THE LORD, I Will praise The Lord, I Will praise HIM with my whole heart….”
December 14th, 2007 at 3:22 pm
good blog’s
August 9th, 2008 at 7:23 pm
wahhh keren ceritanyaa heheh
ciayo ya…
terus berusaha..
kamu pasti bisa koq hehe
Congratz jg uda juara hehe